Rabu, 02 Mei 2012

Ajian Bala Sewu


Anda harus menjalani puasa Nglowong selama 7 hari 7 malam, dimulai pada hari rabu Pon. Selama menjalani puasa, ketika Anda akan tidur pada malam harinya, Anda harus tidur dibawah tritisan rumah dengan beralaskan daun pisang dan bantalnya batu bata merah. Selama menjalani puasa, setiap Anda selesai mengerjakan sholat fardhu amalannya dibaca sebanyak 7 kali dan pada malam harinya setelah Anda selesai mengerjakan sholat sunnah Hajad amalannya dibaca sebanyak 100 kali.
Setelah semua puasa tersebut berhasil diselesaikan dan Anda berniat ingin menggunakan ilmu Aji Balasrewu tersebut. Anda cukup membaca amalannya sebanyak 3 kali saja, terutama disaat sedang akan terjadinya peperangan.
Mantra :
“Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ingsun Amatak Ajiku Si Balasrewu, Kang Topo Ingguwogarbane Si Bagaspati, Sakabehing Widodoro Widodari, Malaikat, Nabi, Jin Setan Priprayangan, Wis Luluh Sariro Tunggal, Sakehing Mungsuh Ngarep Mburi, Kiwo Tengen, Keblat Papat Podho Kamigilan, Kaprabawan Ajiku Si Balasrewu Kang Mbrubul Metu Maewu ewu Tan Keno Pati, Temah Podho Giris Lumayu Bubar Sarsaran, Iyo Ingsun Atine Bumi, Saking Kersaning Allah.”

Ilmu Lembu Sekilan

Mantra;
“Ingsun amatek ajiku si lembu sekilan. Rassulku lungguh, brahim nginep babahan. Kep kerekep barukut kinemulan wesi kuning. Wesi mekangkang sacengkang sakilan sedempu. Sakehing braja tan ana nedhasi bedil pepet mariyam buntu. Tan tumomo kersaning Allah”.
Ritual :

Selama 40 hari pelaku menjalani ritual dengan hanya makan dedaunan yang dikukus dan bumbunya hanya garam. Dengan laku minum hanya menggunakan air dari dalam kendi (tanah liat, red).
Kalau sudah 40 hari pelaku ritual harus melanjutkan dengan puasa ngelowong selama 3 hari 3 malam. Itu pun waktunya harus tepat pada hari Kamis Wage. Supaya ajian mudah merasuk selama menjalankan ritual perlu ditunjang suasana batin penuh kelapangan dan kerendahan diri (tirakat).
Selanjutnya, mantera ajian dibaca setiap akan berperang terutama ketika tengah menghadapi marabahaya. Di samping itu sirikan yang harus dihindari; memanggil sapi, menirukan suara sapi dan makan daging sapi. Tentang kehebatan kedua aji kekebalan tersebut sudah tentu sangat ampuh jika memang diamalkan dan dilakoni dengan benar. 

Ajian Penarik Hati

pada waktu mengunyah sirih sambil baca do’a sebagai berikut :
Bimilah Irochman Irochim , Niat ingsun arep nginang , Suruhku Ulo gadung , Jambeku pendhudhute ati , Gambirku Pengasihe ati , Njetku penguteke ati , Ora ono wong nginang liyane aku dewe , Teko welas Teko asih , Asih kersane Allah .

Ajian Bala Seketi


Bacaannya :
Hong !! Niat ingsun matak adjiku , Adji bala – Seketi , Adji Djagad Gede , saka Dajane Sang Hjang Logos Kang Luhur Sa’ akehing para Wali Mandjing ana ing saliraku tunggal , Adja maneh wadjabala djanma manungsa sek0deneng aku , Kesabet menduwur tatas menduwur , Kesabet mengisor tatas mengisor , Kesabet mengetan tatas mengetan , Kesabet mengulon tatas mengulon , Kesabet mengidul tatas mengidul , Tatas Kersane Allah . Hong !!!
Aturannya :
Puasa Mutih 49 hari lamanya , Pada hari penghabisan Ngebleng .
Mulainya pada hari kamis dengan mandi Keramas ,
Tiap pagi jam 5 dan sore jam 6 baca do’a tersebut 40 kali , sampai kali pada akhirnya sambil menyebut ; Hong ; !!! kaki kanan menghantam bumi . Sambil mulai bertindak berjalan , mesti kaki kiri dimajukan lebih dulu , tindakan ini harus dilakukan selamanya . .
Selagi bertapa orang tidak boleh mengandung hati marah , dengki , benci , dll sebagainya , yang membuat hati terharu . Apabila satu kali ini pantangan dilanggar , pertapaan harus dilakukan dari awal lagi .

Ajian Semar Mesem

= BACAAN MANTRA AJI SEMAR MESEM ADALAH sbb :
” Ingsun amatak ajiku si semar mesem , mutmutaku inten , cahyane manjing ono pilinganku kiwo tengen , sing nyawang kegiwang , opo maneh yen sing nyawang kang tumancep kumanthil inh telenging sanubariku , yo iku si jabang bayi . . . . .( sebut nama wanita yang dimaksud ) , wis temtu welas asih marang badhan sliraku , saking kersaning allah ” .
= CARA MENGAMALKANNYA :
Puasa mutih 7 hari 7 malam dan patigeni sehari semalam , mulai puasa pada hari selasa kliwon , mantra aji dibaca ketika akan tidur , seraya membayangkan wajah wanita yang di maksud .

Penampakan Genderuwo

















Genderuwo


Genderuwa (dalam pengucapan Bahasa Jawa: "Genderuwo") adalah mitos Jawa tentang sejenis bangsa jin atau makhluk halus yang berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan kekar dengan warna kulit hitam kemerahan, tubuhnya ditutupi rambut lebat yang tumbuh di sekujur tubuh. Genderuwa dikenal paling banyak dalam masyarakat di Pulau Jawa, Indonesia. Orang Sunda menyebutnya "gandaruwo" dan orang Jawa umumnya menyebutnya "genderuwo".
Habitat hunian kegemarannya adalah batu berair, bangunan tua, rimbunan bambu, pohon besar yang teduh atau sudut-sudut yang lembap sepi dan gelap. Menurut mitos, pusat domisili makhluk ini dipercaya berada di daerah hutan seperti Hutan Jati Cagar Alam Danalaya, kecamatan Slogohimo, sekitar 60 km di sebelah timur Wonogiri, dan di wilayah Lemah Putih, Purwosari, Girimulyo di Kulon Progo, sekitar 60 km ke barat Yogyakarta.
Istilah genderuwa yang sebenarnya diduga berasal dari bahasa Kawi gandharwa yang berakar dari bahasa Sangsekerta gandharvaGandharwa dalam kepercayaan Hindu dan Buddha (yang merupakan kepercayaan dominan di zaman kerajaan Hindu Buddha di nusantara) digambarkan sebagai makhluk berwujud manusia berjenis kelamin pria yang tinggal di kahyangan.
Mitos genderuwa sebagai makhluk astral sendiri diduga berakar dari mitos kuno Persia gandarewa. Dalam mitos Persia, gandarewa adalah siluman air Persia yang terus-menerus mencoba untuk memakan hal-hal baik yang tercipta dalam mitos penciptaan Persia dan akhirnya akan dikalahkan oleh pahlawan Keresaspa.
Genderuwa dipercaya dapat berkomunikasi dan melakukan kontak langsung dengan manusia. Berbagai legenda menyebutkan bahwa genderuwa dapat mengubah penampakan dirinya mengikuti wujud fisik seorang manusia untuk menggoda sesama manusia.
Genderuwa dipercaya sebagai sosok makhluk yang iseng dan cabul, karena kegemarannya menggoda manusia terutama kaum perempuan dan anak-anak. Genderuwa kadang senang menepuk pantat perempuan, mengelus tubuh perempuan ketika sedang tidur, bahkan sampai memindahkan pakaian dalam perempuan ke orang lain.
Kadang genderuwa muncul dalam wujud makhluk kecil berbulu yang bisa tumbuh membesar dalam sekejap, genderuwa juga gemar melempari rumah orang dengan batu kerikil di malam hari. Salah satu kegemaran genderuwa yang paling utama adalah menggoda istri-istri kesepian yang ditinggal suami atau para janda, bahkan kadang genderuwa bisa sampai melakukan hubungan seksual dengan mereka. Dipercaya bahwa benih daripada genderuwa dapat menyebabkan seorang wanita menjadi hamil dan memiliki keturunan dari genderuwa.
Menurut legenda, genderuwa memiliki kemampuan gendam untuk menarik wanita agar mau bersetubuh dengannya. Kemampuan hubungan seks genderuwa juga diyakini amat luar biasa, sehingga wanita-wanita korban pencabulannya seringkali merasakan puas dan nikmat yang luar biasa apabila berhubungan badan dengan genderuwa.
Namun biasanya wanita korban yang disetubuhi oleh genderuwa tidak akan sadar sedang bersetubuh dengan genderuwo karena genderuwo akan menyamar sebagai suami atau kekasih korban dalam melakukan hubungan seks. Disebutkan pula kalau genderuwa memiliki libido dan gairah seksual yang besar dan jauh di atas manusia, sehingga ia amat mudah terangsang melihat kemolekan perempuan dan membuatnya menjadi makhluk yang senang menggoda perempuan.
Ada legenda menyatakan genderuwa kadang senang bersemayam di dalam rahim perempuan. Perempuan yang rahimnya disemayami oleh genderuwa akan memiliki gairah seks yang tinggi dan tak mampu menahan gairahnya. Si perempuan akan senang melakukan hubungan intim. Apabila pasangan si perempuan tak mampu mengimbangi gairahnya, maka si perempuan takkan segan mencari pasangan lain. Hal ini terjadi karena gairah si wanita dikendalikan oleh genderuwa, apabila si wanita melakukan hubungan intim, maka si genderuwa yang bersemayam di rahimnya juga akan merasakan nikmat dari hubungan intim yang dilakukan wanita tersebut.
Dalam kepercayaan Jawa, tidak semua genderuwa bersifat jahat, ada pula genderuwa yang bersifat baik. Genderuwa yang bersifat baik ini dipercaya biasanya menampakkan wujudnya sebagai seorang kakek tua berjubah putih yang kelihatan amat berwibawa. Genderuwa yang baik tidak bersifat cabul seperti saudara sebangsanya yang bersifat jahat, genderuwa yang baik seringkali membantu manusia seperti menjaga tempat gaib atau rumah dari orang yang berniat tidak baik, bahkan perampok. Pernah juga terdengar bahwa genderuwa yang bersifat baik kadang-kadang membantu menyunat anak-anak dari keluarga tidak mampu yang saleh beribadah.


Penampakan Pocong








Pocong


Penggambaran pocong bervariasi. Dikatakan, pocong memiliki wajah berwarna hijau dengan mata yang kosong. Penggambaran lain menyatakan, pocong berwajah rata dan memiliki lubang mata berongga atau tertutup kapas dengan wajah putih pucat. Mereka yang percaya akan adanya hantu ini beranggapan, pocong merupakan bentuk protes dari si mati yang terlupa dibuka ikatan kafannya sebelum kuburnya ditutup.
Meskipun pocong dalam film sering digambarkan bergerak melompat-lompat, mitos tentang pocong malah menyatakan pocong bergerak melayang-layang. Hal ini bisa dimaklumi, sebab di film-film pemeran pocong tidak bisa menggerakkan kakinya sehingga berjalannya harus melompat-lompat.
Kepercayaan akan adanya hantu pocong hanya berkembang di Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Walaupun penggambarannya mengikuti tradisi muslim, umat beragama lain pun ternyata dapat mengakui eksistensi hantu ini
.Pocong sering kali mewarnai cerpen atau roman bertema misteri. Dalam sinema nasional Indonesia bergenre horor, pocong bahkan sering kali dihadirkan. Beberapa bahkan menggunakannya sebagai judul.
Dalam parade ogoh-ogoh sebelum perayaan Nyepi di Bali, umpamanya, wujud pocong kerap diwujudkan, biasanya oleh kelompok masyarakat non-Hindu.

Penampakan Kuntilanak